HPA (Herba Penawar Al-Wahida) Hpazero

Menjadikan Muslim yang Soleh,Sehat dan Mapan

Kepala Bayi Membesar

Posted by hpazero pada 8 September, 2008

Assalamualaikum wr. wb.

Anak saya usia 2 bulan, setelah saya konsultasi dengan dokter ternyata anak saya kena penyakit hydrosepalus. Saya baru tahu dengan adanya konsultasi ini lewat internet, maka langsung saja saya kirim email konsultasi yang diasuh oleh Bapak Toto.

Apakah penyakit anak saya bisa disembuhkan tanpa operasi? Melalui klinik ini saya mohon bantuannya, obat herbal apa yang harus dikonsumsi oleh anak saya? Email: Rossy_her95@yahoo.com

Atas bantuannya diucapkan terima kasih.

Wasalamualaikum Wr. wr.

Osy

Jawaban
Waalaikumsalam Wr. Wb.

Saudari Osy Yth,
Hydrocephalus namanya memang belum sering terdengar. Tapi, penyakit yang meyebabkan kepala balita membesar ini, ternyata penyakit yang cukup serius. Bila tidak ditangani secara serius pula, maka akan memicu terjadinya penyakit yang lebih parah.

Sebenarnya, hydrocephalus berasal dari bahasa Latin yaitu “Hydro” yang berarti “air” dan “Cephalus” yang berarti “kepala.” Hydrocephalus terjadi karena adanya peningkatan cairan otak yang tidak normal. Cairan otak (Cerebrospinal Fluid) ini berada di dalam rongga yang terdapat di dalam otak yang disebut Ventrikal.

Cairan otak (CSF) ini diproduksi di rongga ventrikal, beredar ke seluruh sistem ventrikal dan diserap oleh pembuluh darah. Cairan otak memiliki sirkulasi yang konstan dan mempunyai beberapa fungsi penting. Cairan ini mengelilingi otak dan tulang belakang dan berfungsi sebagai bantal pelindung terhadap luka.

Cairan otak juga mengandung zat-zat gizi seperti protein sebagai makanan serta untuk kelancaran fungsi otak. Di samping itu, cairan penting ini juga membawa bahan-bahan yang tidak diperlukan dari jaringan di sekitar otak.

Penyebab terjadinya hydrocephalus karena adanya ketidakseimbangan antara produksi cairan otak dengan jumlah dan kemampuan yang dapat diserap otak. Ketika cairan otak ini meningkat, rongga ventrikal akan membesar dan tekanan di rongga kepalapun meningkat. Normalnya, cairan otak itu diproduksi dan diserap dengan seimbang. Jadi, begitu serapannya terganggu akibat suatu proses, seperti penumpukan cairan di otak, ya jadilah hydrocephalus.

Penyebab penumpukan cairan di otak itu macam-macam. Kasus di Indonesia terutama infeksi selaput otak (dari bakteri atau virus) yang merusak sistem penyerapannya. Penyebab lainnya seperti tumor dan gangguan sejak lahir, tetapi ini jarang.

Ada dua jenis penyakit hydrocephalus ini, yaitu ‘Congenital Hydrocephalus’ dan ‘Acquired Hydrocephalus’. Yang dimaksud dengan congenital hydrocephalus adalah penyakit ini sudah ada sejak di dalam kandungan atau terjadi karena sejak lahir di mana bayi sudah mengalami kecacatan pada otak. Biasanya hal ini terjadi karena beberapa faktor, seperti, si ibu menderita toksoplasma saat hamil, adanya virus Cytomegalovirus (CMV) dan Rubella. Serta faktor genetik.

Sedangkan Acquired hydrocephalus, diderita oleh si anak pada usia tertentu yang disebabkan oleh pendarahan di dalam pembuluh darah, tumor otak, meningitis, trauma kepala dan kista.

Gejala awal hydrocephalus biasanya terlihat tegang di ubun-ubun (pada bayi yang ubun-ubunnya masih membuka), anak rewel, kadang disertai panas, muntah, karena tekanan otaknya sudah meninggi, lama-lama kepala menjadi besar.

Kadang juga disertai kejang kalau infeksinya sudah sampai di otak. Kalau kepala sudah makin besar baru pembuluh darahnya itu menonjol di kepala dan matanya seperti melirik ke bawah dan ini tanda-tanda sudah terlambat.

Pengobatannya sendiri hanya dilakukan dengan satu cara, yaitu dengan pemasangan selang di bawah kulit. Tujuannya supaya aliran cairan yang ada di otak dibantu dengan selang untuk dibuang ke perut. Jadi selang berfungsi membantu mengalirkan cairan supaya tekanan otaknya tidak tinggi. Sesampai di perut, cairan akan diserap oleh rongga perut.

Ketika sudah terpasang, pihak orang tua pun harus mengontrol dengan rutin apakah selang itu berfungsi secara baik atau tidak, sebab bisa terganggu oleh infeksi, kulit bisa bernanah, bisa juga tersumbat karena kecil sekali, bisa juga terlepas, sehingga harus kontrol, pertama sebulan sekali, tiga bulan, enam bulan, kemudian setahun. Selang tersebut dipasang seumur hidup.

Pemasangan selang menjadi faktor penentu bagi kehidupan balita penderita hydrocephalus. Masa depan penderita kelainan ini bisa diselamatkan asalkan dilakukan pemasangan selang sejak dini. Namun, sayangnya masih banyak penderita hydrocephalus yang tidak bisa dioperasi lantaran kekurangan dana. Sebab, kebanyakan mereka memang berasal dari keluarga kurang mampu.

Efek samping dari pemasangan selang (operasi) memang berbeda-beda pada setiap penderita. Misalnya, ada yang mengalami gangguan masalah intelektual seperti pelupa, kebingungan dan lain-lain, gangguan penglihatan, sakit kepala, mual, kerusakan jantung, dan masalah motorik.

Mohon maaf, untuk penyakit ini cara terbaik untuk mengatasinya adalah dengan operasi. Karena tanpa operasi (dalam hal ini pemasangan selang) akan sulit untuk mengeluarkan cairan yang ada di kepala. Jika cairan tidak keluar, akan menyebabkan kepala semakin membesar. Tapi, bila melakukan operasi, membutuhkan biaya yang tidak kecil. Ini memang pilihan yang sulit.

Setelah pemasangan selang dan kepala balita mulai mengecil, barulah bisa di rawat dengan menggunakan herba. Dengan demikian, herba baru bisa digunakan pasca operasi.

Maaf, form komentar ditutup saat ini.

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: