Keropos tulang atau penyakit osteoporosis cukup banyak diderita penduduk Indonesia khususnya kaum wanita. Osteoporosis gejalanya sering tidak diketahui sehingga disebut silent disease karena proses kepadatan tulang berkurang secara perlahan dan tanpa disertai adanya gejala.
Gejal-gejala baru timbul setelah tahap osteoporosis lanjut, adalah:
- patah tulang
- punggung yang semakin membungkuk
- hilangnya tinggi badan
- nyeri punggung dan tungkai kaki
Jika kepadatan tulang sangat berkurang maka akan timbul nyeri tulang dan kelainan bentuk. Rapuhnya tulang belakang menyebabkan nyeri punggung menahun. Tulang belakang yang
rapuh bisa mengalami hancur secara spontan atau mengalami cidera ringan.
Biasanya nyeri timbul secara tiba-tiba dan dirasakan di daerah tertentu dari punggung, yang akan bertambah nyeri jika penderita berdiri atau berjalan. Jika disentuh, daerah tersebut akan terasa sakit, tetapi biasanya rasa sakit ini akan menghilang secara bertahap setelah beberapa minggu atau beberapa bulan.
Jika beberapa tulang belakang hancur, maka akan terbentuk kelengkungan yang abnormal dari tulang belakang (punuk Dowager), yang menyebabkan ketegangan otot dan sakit. Tulang lainnya bisa patah, yang seringkali disebabkan oleh tekanan yang ringan atau karena jatuh. Salah satu patah tulang yang paling serius adalah patah tulang panggul.

