Ketika Anda merasa tidak enak badan, maka hal pertama kali yang sering Anda nilai adalah apakah tubuh Anda panas atau mengalami demam. Walaupun sebenarnya panas sendiri bukanlah penyakit itu sendiri, panas biasanya adalah tanda bahwa sesuatu sedang terjadi didalam tubuh Anda.
Dan sebenarnya panas sendiri tidak selalu buruk. Panas memegang peranan dalam menolong tubuh untuk melawan serangan infeksi virus atau bakteri. Jadi panas adalah suatu respon tubuh untuk melawan infeksi yang masuk ke dalam tubuh.
Demam bukanlah penyakit. Demam dapat merupakan suatu gejala penyakit atau infeksi. Ini mirip dengan asap dan api. Demam = asap; penyakit = api. Penyakit menimbulkan demam. Demam juga dapat merupakan suatu akibat sebagai pengaruh dari olah raga, cuaca panas atau imunisasi. Suhu tubuh yang normal adalah antara 36ºC sampai 37 ºC. Jika anak Anda demam dengan temperatur yang diukur melalui mulut atau telinga 37,8ºC, atau melalui rektum 38ºC dan 37,2ºC melalui ketiak, kemungkinannya anak Anda terserang demam. Anak-anak biasanya terserang demam lebih tinggi dari pada orang dewasa.
Bagaimana Demam Terjadi ?
Demam biasanya terjadi akibat tubuh terpapar infeksi mikroorganisme (virus, bakteri, parasit). Demam juga bisa disebabkan oleh faktor non infeksi seperti kompleks imun, atau inflamasi (peradangan) lainnya. Ketika virus atau bakteri masuk ke dalam tubuh, berbagai jenis sel darah putih atau leukosit melepaskan “zat penyebab demam (pirogen endogen)” yang selanjutnya memicu produksi prostaglandin E2 di hipotalamus anterior, yang kemudian meningkatkan nilai-ambang temperatur dan terjadilah demam. Selama demam, hipotalamus cermat mengendalikan kenaikan suhu sehingga suhu tubuh jarang sekali melebihi 41ºC.
Penyebab Demam
Demam bisa muncul pada keganasan (kanker), dehidrasi, drug fever, heat stroke, koma, perdarahan otak, dan lain-lain. Penyebab demam tersering adalah infeksi. Bisa infeksi virus atau infeksi bakteri. Influenza adalah penyakit infeksi virus yang paling sering menyebabkan demam. Demam berdarah dengue (DBD), demam typhoid, infeksi saluran pernapasan atas (ISPA), infeksi telinga (congek), malaria, campak, infeksi saluran kencing, demam reumatik, hepatitis (sakit kuning) sering pula menyebabkan demam. Kadang-kadang penyebab demam tidak diketahui. Ini dikenal sebagai Fever of Unknown Origin (FUO)

