BERSAMA HPA SEBUAH PELUANG BISNIS, IBADAH & DA’WAH

oleh : Yulyadi Suwandi

Landasan berpijak QS At-Taubah ayat 165: “Katakanlah,”Bekerjalah kamu maka Allah, Rosul dan orang-orang beriman akan melihat hasil usaha kita.” HPA merupakan sebuah Multi Level Marketing Syari’ah yang berdiri sejak tanggal 28 Mei tahun 2000.

Sejak awal berdirinya berkomitmen dalam membangun ekonomi umat, khususnya umat islam Indonesia. Kehadiran Multi Level Marketing yang sudah ada, lebih kepada membangun kehidupan para Distributornya menjadi hedonis atau keduniawian.

Mereka dirangsang oleh berbagai macam acara dan hadiah yang sering kali menafikan nilai-nilai agama. Produk pengobatan sebagai solusi kesehatan yang sampai saat ini masih sulit dari kehalalan, dari segi kapsul, soft gelnya serta bahan kimia obat yang bukan hanya merugikan konsumen dan akan tetapi khususnya umat islam yang hampir sulit membedakan dari unsur-unsur atau terkontaminasi dengan gelatin babi. Kemudian masalah marketing plan yang sering kali membuat orang kapok alias menganggap bohong besar atau hanya orang-orang yang dilevel pertama atau generasi pertama yang merasakan fasilitas dan bonus besar, karena tutup point yang terlampau tinggi, harga barang yang mahal (tidak sesuai dengan kemampuan masyarakat Indonesia yang sedang tertimpa krisis), dan memang sistem marketing plan dibuat agar “member akhir” sulit untuk menikmati bonus yang besar atau fasilitas lain atau lebih dikenal dengan sistem piramida.

Hal lain yang perlu diwaspadai adalah, kemana keuntungan perusahaan disalurkan atau disumbangkan. Siapakah The Big BOSS nya? OWNER nya siapa?, seharusnya ini menjadi pertayaan besar setiap kita ketika akan masuk dalam sebuah perusahaan Multi Level Marketing. DR. H. Setiawan Budioetomo dalam bukunya Fiqih Kontemporer memberikan batasan-batasan yang jelas agar kita tidak terjebak dengan bisnis Multi Level Marketing. Dengan syarat-syarat sesuai dengan syari’ah islam. Diantaranya, produk yang dijual kehalalannya jelas, baik segi bahan baku maupun bahan campuran lainnya. Yang kedua marketing plan yang tidak menyulitkan bagi distributor dserta harga barang yang tidak terlampau mahal. Untuk itulah MLM Syari’ah HPA hadir di Indonesia sebagai solusi kesehatan dan juga solusi kesejahteraan.

Dengan sosok Haji Ismail Bin Haji Ahmad sebagai Pengarah Urusan I HPA Malaysia sekaligus sebagai pakar herbalis dari Jejawi Perlis Malaysia. Beliau berusaha menyadarkan kita selaku umat islam, utamanya pelaku bisnis MLM agar kembali menjadi Peniaga (pedagang) sejati seperti yang dicontohkan oleh Rosulullah SAW. Yang melahirkan pengusaha-pengusaha handal seperti Abu Bakar As-Shidiq, Umar Bin Khottob, Abdurrahman Bin ‘Auf, dll, yang tidak diragukan lagi kesuksesan dalam menjalankan bisnisnya, kemahiran negosiasi bisnisnya, ketawadhu’annya, sholat tahajudnya, baca al-Qur’anya dan lain sebagainya. Karenanya HPA dalam memberikan pelatihan-pelatihan atau training tidak pernah lepas dari nilai-nilai ilahiah sebagai ikatan hamba dengan sang kholiq. Jangan sampai kita melupakan Allah sebagai pemberi amanat kesuksesan apalagi kepada jaringannya. Tidak ada orang yang mampu memperoleh kesuksesan atau keberhasilan secara pribadi sebelum ia membina kesuksesan orang lain.

Kemudian bahan herba yang digunakan dalam pengobatan 90 % lebih adalah dari herba atau tumbuh-tumbuhan alami dan tidak tercemar dengan insektisida atau bahan kimia obat yang dapat merusak organ tubuh manusia. Kapsul pembungkus dari setiap produk menggunakan kapsul HALA GEL dari Pakistan yang kehalalannya dapat dipertanggungjawabkan dan mendapat sertifikat halal dari Malaysia dan Tuan Haji Ismail Bin Ahmad untuk memberikan keyakinanannya beliau berkunjung ke pabriknya langsung di Pakistan, yang diambil bahannya dari sapi yang diolah dari tulang dan kulitnya. Bagaimana dengan kapsul-kapsul atau gel yang beredar dipasaran, hampir bisa dipastikan menggunakan gelatin dari BABI atau bisa dikatakan mengandung unsur SUBHAT. Kalau sudah tidak jelas kehalalannya atau subhat bagaimana dapat memberi kesembuhan dengan pasien yang meminumnya? bagaimana dengan ibadahnya? dengan sholatnya? dengan dzikirnya? dengan hajinya? Masya Allah sebuah malapetaka besar bagi seseorang yang menyembunyikan dan tidak memberikan penjelasan kepada umat islam lain yang mereka terjebak dengan pengobatan konvensional atau alopaty. Kita memang tidak meremehkan keberhasilan penemuan besar dan spektakuler yang dibuktikan kedokteran modern, tetapi – disisi lain – hasil penelitian membuktikan bahwa sebagian besar obat-obat kedokteran modern menyebabkan efek samping yang berbahaya.

Oleh karena itu, diadakan seminar kedokteran dan farmasi tentang pentingnya membatasi penggunaan obat-obatan buatan, kemudian kembali memperhatikan tumbuhan medis sebagai sumber yang aman untuk membuat obat-obatan. Inilah salah satu tugas da’wah bagi setiap distributor HPA untuk ikut menyebarkan informasi mengenai pengobatan yang dapat dipertanggung jawabkan baik dimata manusia apalagi dimata Allah SWT. Contoh kecil saja misalkan hormone insulin yang disuntikan kepada orang yang terkena penyakit Diabetes Militus atau kencing manis, pada umumnya diambil dari BABI (bisas jadi karena factor ekonomi /harganya lebih murah dan prosesnya lebih mudah). Padahal kita ketahui bersama bagaimana Allah dan Rosulnya sudah mengaharamkan secara jelas-jelas binatang BABI dan mudhorotnya lebih besar dari manfaatnya. Dokter sendiri sebagai pelaku kesehatan bisu seribu bahasa tidak pernah akan mau menjelaskan dengan gamlang setiap asal – usul obat-batan yang digunakan. HPA melalui INTIBAH (Institut Latihan Herba Al-Wahida) senantiasa memberikan bekal kepada setia Distributor agar dapat memahami setiap produk yang diminumnya, kemudian diberikan bekal untuk dapat mendeteksi penyakit untuk dirinya sendiri atau dimanfaatkan untuk orang lain, memahami pola makan seimbang atau FOOD COMBINING, ketika makan porsi buah dan sayurannya lebih banyak daripada yang lainnya, dan tentu diingatkan bagaimana menghargai mahalnya nilai kesehatan itu.

Pepatah mengatakan mencegah lebih baik daripada mengobati. Setelah keimanan tidak ada ni’mat yang lebih tinggi dan mahal bagi manusia kecuali kesehatan. Seorang Badui bertanya kepada Rasulullah,” Wahai Rasulullah, apa yang harus saya minta kepada Allah setelah sholat?” Rasulullah jawab,” Mintalah kesehatan.”(Hadist riwayat Ahmad (1/7) dengan teks” Mintalah kepada Allah dengan ampunan dan kesehatan .” (3/128). Hadist riwayat Turmudzi (3742) dengan maknanya. Kemudian dalam hadist yang lain “Barangsiapa yang memasuki pagi hari dalam keadaan sehat, aman dalam perjalanannya, mendapatkan makanan yang pokok kesehariannya, maka seolah-olah dunia telah dilimpahkan kepadannya.”Hadist riwayat Turmudzi (2449) dalam bab “Zuhud”, tentang zuhud di dunia. Hadist riwayat Ibnu Majah, (4141), Shahih Al-Jami’ (5918), dan Ibnu Majah berkata,”Hadist ini adalah Hasan.” . Semoga kita semua menjadi pilar penggerak ekonomi umat dan menjadi contoh teladan dibidang kesehatan. Aamiin. (YS)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s