PROFIL KELUARGA:Herbalis HPA & Usahawan HPA

oleh : Rudi Yanto

“Alhamdulillah… selama 4 tahun terakhir ini, saya hampir tidak pernah meminum obat kimia, meskipun hanya obat flu yang biasa dijual eceran diwarung-warung”, demikian ungkap Ir. Rudi Yanto, seorang Herbalis HPA (Herba Penawar Al Wahida) di Sumatera Selatan ini. Melalui kolom info sehat ini, beliau akan berbagi pengalaman dengan saudaranya yang lain. Setelah lulus kuliah th.1992, alumni Fakultas Teknik Gadjah Mada ini langsung bekerja di Batam bernaung dibawah perusahaan kontraktor swasta Nasional yang cukup besar. Selama dua tahun bekerja, sebagaimana biasa, terjadi perubahan gaya hidup (gaya makan) dari pola mahasiswa ke pola orang gajian. Alhamdulillah, bekal keislaman yang ia kaji selama mahasiswa tetap dipegang secara istiqomah sehingga, meskipun sudah berpenghasilan cukup tapi tetap tidak mengkonsumsi rokok apalagi minuman keras (minuman beralkohol). Pun toh demikian, tidak bisa dihindari hampir tiap hari minum soft drink, ikut ikutan minum minuman kaleng penambah tenaga, rutin makan sea food (yang kebetulan di Batam harganya sangat murah), dan kerja lembur tentunya. Akhirnya si Rudi mudapun terkena sakit batuk yang berkepanjangan, kata dua dokter penyakit dalam di Batam, terkena alergi. Karena tuntutan pekerjaan, tuntutan sehat, dan tuntutan dokter… maka mulailah ia mengkonsumsi obat antibiotik plus beberapa obat lainnya. Ternyata, tidak hanya alergi saja penyakit yang muncul, namun kemudian tubuhnya mudah sekali terserang sakit seperti flu berat. Sebab Kehujanan/ kena gerimis, lembur dilapangan malam hari, minum air dingin, alamat tubuhnya akan segera menggigil, meriang dan sakit. Akhirnya atas saran teman-teman, daripada sering kedokter beli saja antibiotik/ generik di apotik ditambah obat flu atau obat batuk. Kejadian ini berlangsung cukup lama (hampir 9 tahun), pola makan yang tidak terkontrol, sering sakit, beli dan mengkonsumsi obat-obatan sendiri di apotik. Semuanya menambah kondisi tubuhnya makin menurun bahkan lebih sering sakit. Hampir dipastikan, minimal 3 bulan sekali akan membeli obat kimia (antibiotik) dan obatan lainnya untuk menyembuhkan sakitnya yang kambuh. Bahkan ia pernah ditegur oleh seorang apoteker temannya di Palembang, bahwa minum antibiotik ada aturannya minimal jarak 6 bulan. “lantas, bagaimana dong kalau sakitnya datang 3 bulan sekali”, katanya balik bertanya.

BERTEMU OBAT TUMBUHAN TRADISIONAL Maha suci Alloh, yang pasti, semua kejadian diatas bumi ini bukanlah sesuatu yang kebetulan, namun semuanya adalah skenario Alloh SWT. Rudi yang alumni Fakultas Teknik, akhirnya menyadari betapa Alloh SWT telah menciptakan alam raya ini dengan penuh keseimbangan. Ada malam ada siang, ada panas ada dingin, sehingga ada penyakit pasti ada obatnya. Disengaja atau tidak, pada bulan Agustus 2005, rudi bertemu dengan system perobatan tradisional yang mengolah tumbuhan menjadi kemasan obat modern. Ketika Alloh ciptakan sakit ginjal, ternyata flora disekitar kita bisa menjadi obatnya yakni akar ilalang. Ketika Alloh ciptakan sakit darah tinggi, ternyata Alloh sudah tumbuhkan pohon Mengkudu/ Pace yang sangat mudah kita temukan, dll. Hanya masalahnya, kita tidak mengkajinya dengan lebih serius. Keyakinannya lebih kuat, ketika semakin berinteraksi dengan system yang menjadi landasan perobatan HPA. Yang paling berkesan adalah prinsip Alamiah,

Ilmiyah dan Ilahiyah. Sebuah konsep yang teramat mahal di zaman modern saat ini. Alamiah bermakna keamanan mengkonsumsi karena bahan bakunya adalah tumbuhan murni yang punya khasiat, sehingga tanpa effek samping layaknya kita makan sayuran dan buah-buahan. Konsep ilmiyah bermakna, perobatan tradisional ini mempunyai sandaran yang kuat terhadap ilmu pengetahuan yang bisa dipertanggungjawabkan, tidak sekedar jualan obat ataupun jualan obat sekedarnya. Konon Tn.H.Ismail mengambil ilmu kesehatannya dari buku Ibnu Sina (Tokoh kedokteran muslim pertama) yang beliau miliki buku aslinya. Dan konsep terakhirlah yang paling menggetarkan adalah Ilahiyah yaitu Kekhalalan produk, system produksi yang sangat Islami, juga keyakinan yang mendalam bahwa obat adalah sarana sehat sedang penyembuh yang sebenarnya adalah Alloh SWT.

PERMULAAN THERAPY Dengan keyakinan yang mendalam maka mulailah therapy bersama obat tradisional HPA ini dimulai. Kaffah…. itulah barangkali ungkapan yang paling tepat. Keinginan menjadi sehat telah memberikan kekuatan yang sedemikian besar (maklum sakitnya sudah berusia 9 tahun). Yang pertama dilakukan adalah memperbaiki pola makan, stop habis mengkonsumsi minuman suplemen, masakan dirumah tidak lagi menggunakan MSG/ bumbu masak/ penyedap rasa, mencoba tidak mengkonsumsi obat kimia dari yang klas tinggi/ antibiotik sampai yang klas eceran warung, disiplin tidak mengkonsumsi mie instan apalagi jajan bakso. Berat memang!!! Tapi itulah life style. Itu saja??? Tidak. Mulailah pola makan baru yakni memperbanyak konsumsi sabu-sabu. Ya, sayur dan buah-buahan. Lantas bagaimana teraphy penyakitnya? Sebenarnya yang dilakukan adalah mengembalikan fungsi organ yang sudah terganggu selama ini, inilah obatan HPA berperan. Setidaknya ada 4 macam kapsul obat yang dikonsumsi yakni Malac/ dari akar ilalang untuk teraphy ginjal, Herba Tuju Angin untuk teraphy Usus, Teh Herba/ dari daun pegaga untuk teraphy Hati/ liver dan Spirulina/ dari ganggang laut untuk menaikkan daya tahan tubuh. Hasilnya, subhanalloh. Sepadan dengan kerasnya keyakinan dan perjuangan. Sebuah rekonstruksi tidak mungkin serta merta, namun melalui proses yang cukup panjang. Ada rasa sakit yang harus dihadapi, namun tetap berusaha istiqomah. Dari flu ringan sampai flu berat, dihadapi dengan istiqomah. Life style harus berubah, Alamiah dan ilahiyah pasti yang terbaik. Amin. Hasilnya lambat laun, daya imunitas tubuhnya semakin kuat, bahkan tak terasa 4 tahun sudah Rudi hidup tanpa mengkonsumsi obatan kimia….. subhanalloh. Ternyata bisa.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s