Pengaruh herba terhadap janin

Assalamu’alaikum,

Apakah obat-obatan herba mempunyai efek samping bagi janin? seperti bumil yang keputihan, apakah tidak berpengaruh jika mengkonsumsi Herba Keputihan?

Adakah asupan herba yang baik bagi janin selama perkembangannya pada trisemester 1, 2, dan 3?

Terima kasih.

Eva Jumiyanti
evaaziz

Jawaban
Waalaikumsalam wr. wb.

Saudari Eva Yth,

Masalah keputihan di kala hamil, ada baiknya dilihat dulu apakah keputihan itu bersifat fisiologis atau patologis. Yang dimaksud fisiologis adalah keputihan yang tidak berbau dan berwarna putih bening. Sedangkan patologis merupakan keputihan yang disebabkan oleh bakteri sehingga menimbulkan aroma tak sedap dan berwarna pekat disertai gatal-gatal.

Jika fisiologis, hal ini sangat normal terjadi pada ibu hamil dan tidak perlu mengonsumsi herba. Hanya saja, bila yang didapat adalah keputihan bersifat patologis, maka pengobatan dengan herba tergantung dari usia kehamilan. Bila usia kehamilan di bawah 3 bulan, maka pemakaian herba ini tidak dianjurkan karena akan mempengaruhi proses pembentukan janin pada trimester pertama. Di atas 3 bulan, boleh menggunakan tapi dengan dosis rendah, misalnya 1 kapsul per hari. barulah pada 5 bulan ke atas bisa mengonsumsi 2 kapsul perhari.

Sebenarnya, pada trimester pertama sedang terjadi proses pembentukan janin hingga pada mencapai minggu ke 8-12, di mana embrio sudah berubah menjadi janin dan tampak seperti manusia kecil yang besarnya kira-kira sebuah biji kenari. Pada masa trimester pertama ini anda boleh mengonsumsi Spirulina dan Madu. Kedua herba ini sebenarnya sudah memenuhi standar gizi yang dibutuhkan oleh janin, baik dari kebutuhan mineral dan vitamin. Asam folat misalnya, mineral ini terdapat di madu, kendati asam folat hanya dibutuhkan sedikit, tapi janin yang kekurangan asam folat akan berakibat fatal, yakni tubuhnya kelak akan cebol.

Pada trimester kedua dan ketiga, merupakan fase tumbuh kembang janin. Selain Spirulina dan Madu, perlu ditambah dengan Omega-3 Kapsul. Omega 3 yang kaya dengan DHA dan EPA sangat baik untuk meningkatkan kecerdasan dan menguatkan sistem saraf di otak. Bahkan, Omega 3, diakui bisa memperkuat daya tahan tubuh janin dari serangan penyakit selama dalam kandungan.