Pertumbuhan anak lambat

Assalamu’alaikum w.w.

Bapak Totok yang baik, saya ingin menanyakan masalah anak saya yang agak lambat pertumbuhannya. Umur anak saya 9 tahun, tinggi 126 cm, berat badan 23 kg. Anak saya pernah menderita flek paru-paru pada usia 8 bulan. Saya sudah melihat di grafik tumbuh kembang anak ternyata untuk anak seumur anak saya itu termasuk yang kurang dan dia HBnya 10-11 (anak saya laki-laki). Pertanyaan saya:

1. Apakah ada hubungannya dengan penyakitnya dulu?

2. Apakah karena kekurangan gizi atau sayuran dan buah? (Anak saya tidak suka makan sayur, sukanya telur, ikan dan ayam saja)

3. Bagaimana cara untuk mengatasinya? Dia selalu sedih pengen tinggi, dan sekarang tingginya hampir sama dengan adiknya, sedangkan dengan kakaknya bedanya sangat jauh.

Demikian pertanyaan saya, atas jawaban Bapak saya mengucapkan Jazakallah.

Wassalamu’alaikum w.w.

Rini

Jawaban
Waalaikumsalam Wr. Wb.

Ibu Rini Yth.,

1. Saya kira tidak ada hubungannya dengan penyakit flek paru yang pernah diderita oleh putra ibu, apalagi jika sudah dikatakan sembuh total oleh dokter.

2. Pertumbuhan putra ibu yang lambat bisa dikarenakan faktor kurang gizi. Kebiasaan mengonsumsi telur, ikan dan ayam saja tentu tidak mencukupi kebutuhan gizi yang diperlukan oleh tubuh setiap harinya sehingga menyebabkan terganggunya tumbuh kembang tubuh. Faktor lain bila tubuh kurang serat, putra ibu mengalami gangguan pada pencernaan khususnya kesulitan dalam BAB. Lebih jauh lagi, malah bisa menyebabkan wasir pada usia dini karena setiap BAB terpaksa harus mengejan lebih dulu.

3. Olahraga yang bisa membuat tinggi adalah berenang, ajaklah putra ibu berenang sepekan sekali bersama kakak dan adiknya sambil membawa makanan yang mengandung serat seperti gado-gado, pecel, buah-buahan dan sebagainya. Karena, sehabis olahraga umumnya perut akan terasa lapar. Dan jangan lupa membawa air mineral ukuran 1 liter, air sangat dibutuhkan untuk menggantikan cairan yang keluar karena terlalu banyak bergerak dan menurunkan suhu badan yang naik. Semakin banyak minum semakin bagus karena akan memudahkan kerja ginjal dan endapan-endapan di saluran pencernaan akan mudah terbawa keluar.

Untuk herba, bisa menggunakan Omega-3 Kapsul, Spirulina dan Madu. Cara minumnya, 2 kapsul Omega-3 dan Spirulina diminum sebelum tidur. Sementara untuk madu, 2 sendok makan madu dicampur dengan air mineral botol 600ml, lalu dikocok hingga 300x. Madu tersebut bisa diminum kapan saja.