Standar Operasional Bekam

Assalamu’alaikum wr. wb.

Pak Toto yang saya hormati, ada beberapa pertanyaan kaitannya dengan standar operasional bekam dan hal lainnya:

1. Pada saat CUP dipasang pada bekam basah seharusnya berapa lama?

2. Berapa kali CUP itu dipasang dalam satu pembekaman?

3. Penggunaan lancet seharusnya berapa kali suntikan jarumnya?

4. Penggunaan jarum dari satu tarikan CUP ke tarikan CUP berikutnya berapa suntikan, apakah sama dengan suntikan pertama?

5. Untuk menghilangkan bekas bekam sebaiknya pakai apa, karena ada yang 1 bulan bekasnya belum hilang?

Sebelumnya saya ucapkan terima kasih atas jawabannya.

Abu Qisthi

Jawaban
Waalaikumsalam Wr. Wb.

Saudara Abu Qisthi Yth.,

1. Idealnya antara 3 – 5 menit, tapi bila sebelum waktu tersebut telah ada kulit yang dikop berwarna hitam, sebaiknya cup tersebut diangkat karena bisa menyebabkan kulit melepuh dan lecet. Sejatinya, sebelum dibekam, dilumuri dulu daerah yang akan dibekam dengan Minyak But-But, minyak ini selain bersifat antiseptik juga antibiotik. Kemudian, lalukan pijatan untuk merangsang saraf dan pembuluh darah agar cepat mengembang. Setelah itu, barulah lakukan bekam luncur untuk mengetahui daerah mana saja yang menyimpan darah statis. Darah statis ditandai dengan warna hitam setelah dilakukan bekam luncur di daerah tersebut.

2. Bila dalam satu cup masih banyak darah kotor yang keluar, maka bisa dilakukan pembekaman di daerah tersebut hingga tujuh kali. Seandainya setelah tujuh kali masih keluar terus darah kotornya, sebaiknya dibiarkan saja dan segera diolesi dengan Minyak But-But. Secara otomatis, tubuh akan merestrukturisasi daerah yang telah dibekam mengganti dengn sel-sel yang baru.

3. Tergantung lokasinya, jika di punggung idealnya 21 kali tusukan, tapi bila di wajah dan kepala (ubun-ubun) cukup tujuh tusukan. Yang perlu diperhatikan adalah bila orang tersebut menderita kencing manis atau darah rendah, maka tusukan cukup 11 kali dan dilakukan secara bergiliran setiap satu cup. Selesai dengan cup tersebut, lalu berpindah ke daerah lain dengan melakukan penyedotan lebih dulu. Sifat kehati-hatian dan kenyamanan pasien harus tetap diperhatikan.

4. Jumlah tusukannya tetap sama seperti di nomor 3.

5. Yang perlu diperhatikan adalah setiap daerah di kulit mempunyai kepekaan yang berbeda. Misalnya di daerah punggung atas dengan lanset di set pada nomor 5 pasien tidak merasakan sakit apa-apa, tapi ketika ditusukan ke daerah pinggang, pasien merasa sakit, begitu pula sebaiknya. Oleh karena, setiap kali hendak menusuk dengan jarum, tanyalah pasien anda apakah merasa sakit atau tidak. Jika dia merasa sakit maka nomor kedalalam lancing tersebut harus diturunkan. Umumnya, bekas sulit hilang selain karena kulit pasien terlalu sensitif, juga pemasangan kedalaman lancing tidak pernah dirubah. Setelah dibekam sangat dianjurkan daerah tempat yang telah dibekam dilumuri dengan Minyak But-But hingga merata. Dan, pasien dilarang mandi 3-4 jam setelah dibekam.